Memberikan Ucapan di Grup WhatsApp; Tulus atau Perasaan Nggak Enak?

tulus

Hari ini seorang teman di salah satu grup whats app (WA) tengah ber-ulang tahun. Sebagian besar anggota di grup wa tersebut secara beruntutan mengirimkan pesan selamat.  Pesannya pun bermacam-macam. Ada yang ucapannya panjang. Ada yang ucapannya pendek, ada yang mendoakan, ada yang hanya mengirimkan emoticon, dan ada juga yang pesannya hanya copy paste (copas).

Oh sorry, ucapan yang copas itu semoga hanya saya yang salah menilai. Padahal kan iya haha

Tapi, jika saya perhatikan, bisa dibilang ucapan-ucapan di grup WA itu 70% copas, 20 % pesan berbeda (unik) dan 10% pesannya di-modif. Yes, di-modif itu di-copas terus ditambahin atau diganti emoticon.

Hal ini tidak hanya pada saat teman berulang tahun. Berlaku pula pada saat teman sakit, teman berduka, teman lahiran atau teman mendapatkan sebuah reward.

Pertanyaannya, apakah ucapan itu benar-benar tulus atau tidak? Apakah hanya perasaan nggak enak dengan anggota grup? Atau memang enggak enak sama atasan jikalau itu grup kantor?

Jujur, saya pribadi sangat jarang mengucapkan apapun momennya di grup WA. Bukan tidak peduli. Bagi saya, memberikan ucapan atau do’a tidak mesti orang bersangkutan harus tahu (kecuali secara langsung). Saya takut jika diucapkan melalui WA, pesan yang saya sampaikan malah tidak tulus dikarenakan hanya ikut-ikutan.

Ya ini hanya sebuah argumen pribadi. Bisa aja saya salah.

Eloknya bertanya pada diri sendiri; pesan yang kita ucapkan di WA itu secara tulus atau perasaan enggak enak?

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *